Atap rumah bisa terbuat dari berbagai macam bahan material, salah satunya adalah atap bitumen ini. Setiap jenis bahan material atap akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Simak pembahasannya lebih lanjut berikut ini.

Apa itu Atap Bitumen

Atap bitumen adalah atap genteng yang terbuat dari bahan material berupa aspal atau bitumen dan dengan material lainnya yakni seperti, Pasir Batu, dan Fibreglass, serta Alga coating. Genteng Aspal atau yang juga disebut genteng bitumen, atau genteng asphalt shingle, atau atap sirap aspal tersebut disebut seperti itu karena  memang bahan dasar gentengnya adalah dari asphalt bitumen. Genteng Aspal atau atap bitumen ini pertama kali diperkenalkan di Negeri Paman Sam, yakni di Amerika Serikat sejak sekitar tahun 1904.

Harga Atap Bitumen Onduvilla Terbaru

Aneka Jenis dan Bentuk Atap Bitumen

Terdapat beberapa jenis dan bentuk atap bitumen, yakni ada sebagai berikut.

Atap Bitumen Shingles Flat

Atap ini berbahan Pasir Batu, dan Fibreglass, juga Alga coating.

Atap Bitumen Gelombang

Atap bitumen jenis ini berbentuk gelombang dan terbuat dari bahan dasar serat selulosa serta aspal.

Atap Bitumen Tile

Atap bitumen jenis ini berbentuk Tile atau semacam kotak tegel lantai. Atap bitumen ini terbuat dari kombinasi bitumen, yakni ada aspal, dan serat fiber juga batuan granual yang berwarna asli alaminya.

Keunggulan Atap Bitumen

Produk atap bitumen tersebut memiliki stabilitas dimensional yang tinggi, juga cukup lentur, serta mudah dibentuk dan juga mudah dipasang, serta juga tidak mudah pecah. Menariknya lagi, atap tersebut juga memiliki beragam warna serta tekstur. Tak hanya itu, atap bitumen juga bobotnya cukup ringan, yakni hanya sekitar 13 kg per meter perseginya, sementara genteng beton atau keramik bobotnya bisa mencapai sekitar 50 kg sampai 60 kg per meter perseginya. Selain bobotnya yang ringan, atap bitumen juga kuat dan juga tidak mudah pecah. Struktur bahan dasar bitumen diproses dengan teknik penekanan serta pemanasan tinggi sehingga atap bitumen ini bisa lebih fleksibel, dan kuat, juga tidak mudah patah.

Kelebihan lainnya atap ini adalah tahan terhadap angin sampai pada kekuatan hingga 192 km per jam serta tahan gempa yang juga cocok dengan kondisi di Indonesia yang rawan gempa dan juga sering dilanda badai. Dengan keunggulan tersebut maka atap bitumen cocok dipergunakan untuk daerah yang rawan gempa dan juga angin puting beliung. Struktur atap bitumen ini biasanya terbuat kayu, beton atau baja ringan. Atap bitumen ini juga memiliki keunggulan yakni mampu meredam suara dari luar, bahkan pada saat hujan sekalipun tidak terlalu berisik jadinya. Rumah dapat menjadi terasa lebih nyaman saat musim hujan. Atap bitumen ini

Juga dapat mengikuti berbagai model atap rumah, bahkan untuk kemiringan yang cukup curam sekalipun. Penutup atap Bitumen yang teknologinya baru berkembang ini dapat didesain dengan sudut kemiringan 22.5 derajat hingga 90 derajat sehingga dapat sesuai untuk menjadi atap yang ruangan di bawahnya akan menjadi kamar tinggal. Atap bitumen ini juga praktis dalam pemasangannya. Pemasangan penutup atap jenis ini juga dapat dikerjakan dengan waktu yang singkat.

Kelemahan Genteng Bitumen

Adapun kelemahannya adalah pada harganya yang masih relatif cukup mahal. Jika atap dari beton harganya sekitar 100 ribu Rupiah hingga 150 ribu Rupiah per meter persegi, maka harga atap bitumen bisa mencapai dua kali lipatnya. Proses pemasangannya juga memerlukan tukang yang berkeahlian khusus dan juga yang berpengalaman agar hasilnya dapat memuaskan. Tidak bisa dikerjakan oleh sembarang tukang bangunan.

Demikianlah pembahasan mengenai atap bitumen.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Selamat Datang

Saat ini kami membuka Kerjasama untuk menjual produk seputar bahan bangunan yang ada di website ini. Hubungi kami

× Hubungi CS