Merenovasi rumah dengan biaya murah pastinya menjadi keinginan setiap orang terhadap rumahnya. Sebab, banyak fakta yang terjadi, biaya yang harus dikeluarkan untuk renovasi rumah melebihi anggaran yang direncanakan. Jelas ini akan membuat kondisi keuangan Anda menjadi berantakan. Belum lagi jika dana yang dikeluarkan sudah banyak, namun proses renovasi belum selesai. Nah, agar semua hal tersebut tidak terjadi, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

5 Tips Merenovasi Rumah dengan Biaya Murah

Merenovasi Rumah dengan Biaya Murah

Membuat Skala Prioritas

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat skala prioritas, manakah bagian rumah yang perlu direnovasi. Jika terdapat beberapa bagian rumah yang memang membutuhkan renovasi, berilah peringkat mulai dari yang paling diperlukan. Setelah itu, lakukan renovasi pada bagian rumah yang memang perlu direnovasi terlebih dahulu. Untuk bagian rumah lainnya dapat direncanakan bulan atau tahun depan. Selain itu, pada satu ruangan yang direnovasi, cermati kebutuhan apa saja yang diperlukan. Buat daftarnya dan tetaplah pada rencana tersebut. Jika ada masukan harus membeli barang baru, di luar rencana Anda, sebaiknya abaikan saja. Sebab, hal itu akan membuat biaya yang Anda keluarkan menjadi membengkak.

Menggunakan Bahan Bangunan Bekas Layak Pakai

Pada saat merenovasi rumah, Anda pasti akan mendapatkan beberapa barang bekas hasil bongkaran bangunan lama. Barang bekas tersebut jangan asal dibuang. Pilihlah beberapa barang yang masih layak pakai, misal kayu yang masih utuh, genteng, jendela, peralatan sanitasi, keramik, dan sebagainya. Jika memang masih bisa digunakan lagi untuk bangunan baru, gunakan kembali barang-barang tersebut. Atau, jika dalam gudang, Anda masih menyimpan beberapa bahan bangunan, gunakanlah semaksimal mungkin. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bangunan baru.

Menghitung Rencana Pengeluaran

Rencana pengeluaran ini perlu Anda perhitungkan secara cermat. Untuk membangun sebuah rumah, beberapa biaya yang perlu Anda keluarkan antara lain biaya tukang, bahan bangunan, dan biaya tak terduga. Untuk biaya bahan bangunan, sangat tergantung dari luas tanah yang Anda miliki. Sedangkan, untuk biaya tukang, sangat tergantung dari ongkos jasa, banyaknya tukang, dan waktu pengerjaan. Semakin banyak tukang, biasanya pekerjaan semakin cepat. Sebaliknya, semakin sedikit tukang, waktu pengerjaan juga semakin panjang. Agar lebih tepat dalam membuat perencanaan pengeluaran ini, Anda bisa berkonsultasi dengan ahlinya, misalnya teman, tukang, atau jasa konsultasi.

Membuat Rekanan dengan Toko Material

Harga setiap item material bangunan saat ini bisa dibilang mahal. Nah, untuk mengatasi hal ini, Anda bisa membuat suatu rekanan dengan toko material. Bentuk rekanan ini biasanya dalam bentuk angsuran pembelian material. Pembelian secara angsuran ini menguntungkan kedua belah pihak, baik Anda maupun pemilik toko. Bagi Anda, bisa mengalokasikan dana secara bertahap. Sementara, pihak toko dapat memenuhi target penjualan dari supplier dengan pembelian Anda secara rutin.

Hati-Hati dalam Memilih Jasa Kontraktor atau Tukang

Hal terakhir yang harus Anda perhatikan adalah memilih jasa kontraktor atau tukang yang terbaik. Sebaiknya, pilihlah yang benar-benar Anda sudah mengenal keandalannya, baik cara kerja, hasil kerja, ketepatan waktu, maupun harga yang ditawarkan. Jika memang Anda tidak mempunyai kenalan yang mumpuni di bidang ini, mintalah rekomendasi dari orang-orang yang pernah menggunakan jasa mereka. Jangan sampai Anda salah dalam memilih penyedia jasa pembangunan rumah. Bisa-bisa, Anda akan menyesal karena kualitas hunian Anda tidak bagus.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Selamat Datang

Saat ini kami membuka Kerjasama, Sewa atau Menjual website ini. Berminat? Hubungi kami

× Hubungi CS